Pages

Rabu, 13 Juni 2012

Tanaman Sereh Wangi


Tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Devisio     : Spermatophyta
Klas          : Angiospermae
Subklas     : Monocotyledonae
Ordo         : Graminales
Famili       : Gramineae
Subfamili : Panicoidae
Tribe         : Andropogineae 

Di Indonesia tanaman sereh wangi memiliki beberapa nama daerah seperti berikut ini :
1.         Sumatera :
Aceh : sere mangat, Gayo : sere, Toba : sange-sange, Minangkabau : serai, Lampung : sorai
2.         Jawa :
Sunda : sereh, Jawa dan Madura : sere
3.         Nusa Tenggara :
Bali : see, Bima : patah’mpori, Sumba : kendoung witu, Rote : nau sina, Timor : bu muke, Leti : tenian nalai.
4.         Kalimantan :
Sampit : serai, Kenya : belangkak, Tidung : salai.
5.         Sulawesi :
Bantam : tonti, Gorontalo : timbual, Buol : langilo, Baree “ tiwo embane, Makasar dan Bugis : sare.
6.         Maluku :
Kai : rimanil, Goram : dirangga, Seram : tapisa-pisa, Ambon : hisa-hisa, Ulias : hisa, Nusalaut : isalo, Buru : bisa, Halmahera : hewuwu, Ternate : garama kusu, Tidore : baramakusu.
Selama ini tanaman sereh wangi di Indonesia yang sudah biasa ditanam dapat dipilah menjadi dua jenis, yaitu : Mahapengiri dan Lenabatu. Jika dicermati lebih lanjut diskripsi kedua jenis sereh wangi dapat dilihat pada tabel 1.

 Tabel Diskripsi jenis tanaman sereh wangi
No.
Uraian
Mahapengiri
Lenabatu
1.
Asal
Belum dipastikan, di satu pihak diduga berasal dari Srilangka, namun di pihak lain justru dianggap asli Indonesia 
Diperkenalkan dari Srilangka
2.
Morfologi
Tumbuh berumpun dalam bentuk lebih rendah dan lebar. Daun berwarna hijau dan bagian bawahnya agak kasar
Tumbuh berumpun dalam bentuk lebih tinggi dan tegak. Daun berwarna hijau kebiru-biruan dan kasar pada kedua pinggirnya.
3.
Agronomi
Menghendaki pemiliharaan dan tanah yang lebih baik
Dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, dan pemiliharaannya cukup mudah.
4.
Fisiologi
Menghasilkan minyak lebih banyak dan bermutu tinggi. Kadar geraniol 65-90% dan citronella 30-45%. Harum minyaknya lebih unggul, yaitu keras dan wangi. Warna minyak antara tidak berwarna sampai kuning muda.
Menghasilkan minyak lebih sedikit dan bernutu rendah. Kadar geraniol 55-65% dan citronella 7-15%. Harum minyaknya lebih lemah dan kurang wangi. Warna minyak antara kuning sampai coklat muda.
Sumber : Hieronymus, 1992

Dengan melihat ciri fisiologi terutama rendemen dan kualitasnya, maka yang sebaiknya dikembangkan adalah tanaman sereh wangi jenis Mahapengiri.
Saat ini, minyak sereh Jawa dianggap memiliki kualitas unggul dari berbagai Ceylon terdiri dari sitronelal (32 sampai 45%), sitronelol (16%), geraniol (11 sampai 13%), geranyl asetat (3 sampai 8%), dan limonene (1 sampai 4%). Sejak minyak sereh Ceylon memiliki kadar yang lebih rendah dari sitronelal (hanya 5 sampai 15%) dan sitronelol (6 sampai 8%), meskipun isi geraniol di dalamnya lebih tinggi (18 sampai 20%), ragam Jawa membuat untuk sumber yang lebih baik turunan kimia harum digunakan dalam industri parfum sebagai blok bangunan dasar wewangian.
Selain itu, produksi minyak sereh Jawa lebih tinggi dari Srilanka. selain Ceylon, informasi minyak serai akan memberitahu Anda bahwa ia juga memiliki komposisi yang relatif lebih tinggi dari monoterpen, borneol, camphene, citral, asam citronellic, dipentene, elemol, limonene (9 sampai 11%), metil iso-eugenol (7 sampai 11%) , dan nerol. Mari kita sekarang melihat beberapa manfaat dan penggunaan minyak sereh.
Menurut Ketaren (1985), ada beberapa hal yang mempengaruhi mutu dari minyak yang dihasilkan dari  proses penyulingan adalah:
1.    Jenis tanaman dan umur panen.
            2.   Perlakuan bahan oleh sebelum penyulingan/ekstraksi.
            3.   Sistem dan jenis peralatan juga kondisi proses penyulingan/ekstrksi minyak.
            4.   Perlakuan terhadap minyak setelah proses penyulingan.
            5.    Pengemasan dan penyimpanan.

       Persyaratan Tumbuh Sereh Wangi
Keadaan tanah dan iklim dapat berpengaruh terhadap vitalitas dan umur tanaman maupun rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan. Dengan kata lain berasal dari daerah produksi berbeda akan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka faktor tanah dan iklim perlu mendapat perhatian khusus.
1.         Keadaan Tanah
Tanaman sereh wangi lebih cocok tumbuh di tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organis. Untuk mendapatkan tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang yang sudah masak. Pemakaian pupuk kandang yang belum masak justru dapat menjadi sumber inokolum yang mengakibatkan busuknya akar sereh wangi.
Namun tanah-tanah yang berat (tanah liat) dengan tekstur ringan tidak baik bagi pertumbuhan tanaman sereh wangi. Demikan pula keadaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah, berpengaruh kurang baik terhadap system perakaran tanaman dan minyak yang dihasilkan. Menurut sumber pustaka, tanah-tanah yang mengandung kapur dengan lapisan pasir yang tipis akan menghasilkan tanaman yang subur dan rendemen minyak yang tinggi pada jangka waktu selanjutnya akan mengalami kemerosotan secara dratis. Kuncinya, jika akar tanaman sereh wangi sudah mencapai lapisan subsoil (lapisan tanah bawah) yang mengandung kapur, niscaya kadar sitronella mulai menurun. Sementara itu, pada tanah-tanah yang berpasir, kendatipun pertumbuhan tanaman sereh wangi tampak kurus, namun rendemen minyak yang dihasilkan cukup tinggi.  
Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok bagi pertumbuhan tanaman sereh wangi sekitar 6-7. Tanah yang terlalu masam (pH di bawah 5,5) akan menyebabkan tanaman sereh wangi menjadi kerdil. Kekerdilan ini disebabkan oleh garam aluminium (Al) yang larut didalamnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pH tanah dapat dilakukan pengapura, sekurang-kurangnya dua bulan sebelum tanam. Kebutuhan kapur sekitar 0,5-1 ton per hektar, tergantung tingkat kemasamannya. Namun perlu diperhatikan juga, jika pH tanah terlalu basa, akan menyebabkan garam Mangan (Mn) tidak dapat terserap tanaman, sehingga bentuk daun sereh wangi kurus kecil.
    
2.         Keadaan Iklim
          Sinar matahari berperan sebagai sumber energy untuk proses fotosintesis bagi setiap tanaman. Jenis sinar yang dibutuhkan adalah sinar putih yang merupakan gabungan dari sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Tanaman sereh wangi menyukai sinar matahari yang jatuh secara langsung, karena mampu meningkatkan kadar minyaknya. Andaikata di lapangan diketemukan daun sereh wangi yang berwarna merah kekuning-kuningan dan mengecil, berarti tingkat transpirasinya lebih tinggi daripada absorbs air oleh akar-akarnya. Tanaman sereh wangi membutuhkan kelembaban yang tidak terlalu tinggi untuk melangsungkan pertumbuhannya.
          Selanjutnya mengenai curah hujan, ternyata mempunyai beberapa fungsi bagi tanaman, antara lain sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transportasi hara dalam tanaman, penumbuhan sel dan pembentukan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sereh wangi membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman sereh wangi adalah sekitar 180-250 Celsius.
             Pada dasarnya tanaman sereh wangi dapat tumbuh di mana-mana, mulai dataran rendah (100 meter) sampai ketinggian 1.000 meter. Akan tetapi, sereh wangi berproduksi paling baik pada ketinggian optimum sekitar 180-250 meter di atas permukaan laut.

0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon Maaf... Apabila Blog Ini Jarang Di Update Karena Kesibukkan Saya Saat Ini. Thanks...